Ikan bandeng (Chanos
chanos) merupakan komoditas perikanan yang dibudidayakan di tambak. Bandeng
termasuk komoditas andalan di Indonesia, namun pada periode 2019-2023
produksinya mengalami penurunan. Pada tahun 2019, produksinya mencapai 824.239
ton dan menurun menjadi 772.709 ton pada 2023. Produksi ikan bandeng di
Indonesia pada tahun 2019-2023 disajikan pada Gambar 1. Jawa Timur dan Sulawesi
Selatan memiliki produksi bandeng tertinggi, pada tahun 2023 produksinya
mencapai 161.980 ton dan 172.249 ton. Bandeng memiliki daya adaptasi yang
tinggi terutama terhadap perubahan salinitas. Oleh karena itu, bandeng dapat
hidup di air tawar, payau dan laut.
Ikan bandeng genus Chanos,
berdasarkan taksonominya dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Actinopterygii
Ordo :
Gonorynchiformes
Family : Chanidae
Genus : Chanos
Species : Chanos chanos
Bandeng memiliki ciri tubuh ramping, lonjong seperti torpedo, berwarna perak mengkilap dengan sisi perut lebih terang, mata bening besar tanpa gigi, sirip ekor bercabang dua yang kuat, dan sisik melingkar.
Gambar 1. Produksi ikan bandeng di Indonesia pada tahun 2019-2023
Ikan bandeng memiliki
rendemen daging mencapai 51%, sedangkan jeroan dan kulitnya mencapai 8% dan 7%.
Bandeng mengandung air, abu, protein dan lemak mencapai 70,8%, 1,4%, 24,2% dan
0,9%. Asam amino paling tinggi pada ikan
bandeng adalah asam glutamat, sedangkan asam lemak tidak jenuhnya adalah asam
oleat. Mineral yang terkandung pada bandeng adalah Ca, Mg, Na, K, Fe, Zn, Cu
dan Mn sedangkan viitaminnya adalah vitamin A, B1 dan B12. Daging bandeng
banyak mengandung duri kecil yang menyebabkan kurang disukai. Oleh karena itu,
bandeng biasanya diolah menjadi produk bahkan menjadi produk khas di wilayah
tertentu. Produk khas berbahan baku bandeng adalah sate bandeng dan bandeng
presto. Sate bandeng berasal dari Serang, Banten sedangkan bandeng presto
berasal dari Juwana, Pati, Jawa Tengah.
Referensi:
Hafiludin.
2015. Analisis kandungan gizi pada ikan bandeng yang berasal dari. habitat yang
berbeda. Jurnal Kelautan 8(1): 31-43.
Abriana,
A., Indrawati, E. 2020. Bandeng Dan Diversifikasi Produk Olahannya.
Makassar: SAH Media.
Social Media